Senin, 06 Mei 2013

Berbagai Pendekatan Strategi Metode Pembelajaran IPA di SD



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Keberhasilan suatu proses belajar mengajar di dalam kelas dipengaruhi langsung oleh guru yang mengajar. Dengan menggunakan strategi, pendekatan dan metode yang tepat dan sesuai dengan keadaan kelas akan sangat membantu guru untuk menyampaikan materi pembelajaran yang ingin di sajikan dan murid juga akan sangat mudah memahami materi tersebut. Di dalam bab pembahasan akan dijelaskan beberapa strategi, pendekatan, dan metode pada pembelajaran IPA yang dapat digunakan dalam menjelaskan materi ataupun konsep-konsep IPA di SD. Perlu diketahui bahwa tidak ada metode yang dapat diserap 100% oleh siswa, namun dengan menggunakan metode yang tepat akan sangat membantu siwa dalam mencapai tujuan belajarnya dengan optimal.


B.     Rumusan Masalah
1.      Apa sajakah pendekatan pada pembelajaran IPA di SD.
2.      Bagaimanakah strategi dan metode pada pembelajaran IPA di SD.


C.     Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai melalui penulisan makalah ini adalah :
1.      Dapat menjelaskan pendekatan yang dapat digunakan dalam menjelaskan konsep-konsep IPA di SD.
2.      Dapat menjelaskan strategi dan metode pada pembelajaran IPA di SD.
3.      Sebagai calon seorang guru, kita dapat nantinya mengaplikasikan hal tersebut dengan optimal.
BAB II
PEMBAHASAN
1.      Beberapa Pendekatan Dalam Pembelajaran IPA di SD
Pendekatan pembelajaran adalah titik tolak (guru) terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran.
a.       Pendekatan Ekspositori
Pendekatan ini lebih bersifat “memberi tahu”. Artinya guru lebih dominan dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini siswa bersifat pasif, hanya  menerima pelajaran yang diberikan oleh guru. Yang dilakukan guru pada pendekatan ini umumnya adalah memberi ceramah, mendemonstrasikan sesuatu dan lain-lain.
Keuntungan dengan menggunakan pendekatan ini adalah bahwa bahan pelajaran dapat diselesaikan dengan cepat dan dimengerti oleh siswa. Pendekatan ini dapat digambarkan sebagai DDCH (Duduk, Dengar, Catat, Hafal). Sehingga dalam pendekatan ini gurunya aktif sedangkan siswanya pasif.

b.      Pendekatan Inkuari
Pendekatan ini lebih bersifat “mencari tahu”. Artinya siswa sangat aktif mencari sendiri informasi yang ia perlukan. Dalam pendekatan ini dominasi guru lebih sedikit. Dari penjelasan tersebut, dapat kita ketahui bahwa pendekatan inkuari bertolak belakang dengan pendekatan ekspositori. Pendekatan ini menginginkan keaktifan siswa untuk memperoleh informasi sampai menemukan konsep-konsep IPA. Dalam pendekatan ini guru membimbing siswa menemukan sendiri konsep-konsep itu melalui kegiatan belajarnya.
Ditinjau dari kadar keterlibatan guru dalam pembelajaran, pendekatan ini terdiri dari :
v  Pendekatan Free Discovery (Penemuan Bebas)
Dengan pendekatan ini siswa diberi kebebasan untuk memilih sendiri masalah yang akan dipelajari maupun cara untuk memecahkan masalah tersebut. Pendekatan ini cocok bagi mereka yang sudah memiliki kemampuan untuk berfikir formal. Namun menurut pengalaman piaget, ternyata tidak banyak anak usia SD yang sudah mencapai tingkat pemikiran semacam itu.
v  Pendekatan Guide Discovery (Penemuan Terbimbing)
Pendekatan ini dapat dikatakan sebagai gabungan dari pendekatan ekspositori dengan inkuari, tujuannya adalah untuk mendapatkan efektivitas yang optimal khususnya bagi anak usia SD. Carin dan Sund (1985) mengatakan anak-anak yang masih sangat muda, perlu mendapat bimbingan guru yang relatif besar.
Pendekatan ini merupakan pendekatan yang paling tepat digunakan untuk anak usia SD. Dalam hal ini siswa aktif melakukan eksplorasi atau observasi atas bimbingan guru. Kegiatan ini dapat meningkatkan intelektual siswa, dan hasil belajar menjadi lebih tinggi serta dapat mengembangkan sikap positif terhadap IPA.
v  Pendekatan Eksploratory Discovery (Penemuan Eksploratorik)
Dalam pendekatan ini tugas guru antara lain:
a.       Melontarkan masalah-masalah dan mengundang siswa untuk memecahkan masalah tersebut.
b.      Memberi motivasi belajar.
c.       Membantu siswa yang benar-benar memerlukan agar tidak mengalami jalan buntu atau frustasi.
d.      Bila perlu, guru sebagai narasumber.

Keuntungan dengan menggunakan pendekatan ini antara lain:
v  Dapat memberi kemampuan awal kepada siswa untuk melakukan sendiri suatu penelitian.
v  Dapat memacu keberanian siswa untuk melakukan penelitian secara mandiri dimasa yang akan datanng.

c.       Pendekatan Proses
Pendekatan ini senada dengan pendekatan inkuari, karena pendidikan ini menginginkan keaktifan  siswa dan juga guru tidak dominan dalam proses pembelajaran tetapi bertindak sebagai organisator dan fasilitator saja.
Pendekatan ini memiliki cirri-ciri khusus:
v  Ilmu pengetehuan tidak dipandang sebagai produk semata tetapi sebagai proses.
v  Siswa dilatih untuk terampil dalam memperoleh dan memproses informasi dalam pikirannya.
d.      Pendekatan Konsep
Konsep adalah suatu ide yang menghubungkan beberapa fakta. Dalam pencapaian atau pembentukan konsep biasanya peserta didik memerlukan benda-benda konkrit untuk diotak-atik, eksplorasi fakta-fakta dan ide-ide secara mental. Pendekatan konsep memerlukan lebih dari sekedar menghafal, lebih menunjukkan gambaran yang lebih tepat tentang IPA.
e.       Pendekatan STM
Pendekatan ini diyakini oleh para pakar pendidikan IPA di Amerika sebagai pendidikan IPA yang paling tepat sebab mempersiapkan murid-murid untuk menghadapi abad ke 21 yaitu abad ketergantungan manusia kepada sains dan teknologi. Rasional dari pendekatan ini adalah segala penemuan dalam bidang sains dan teknologi dapat untuk kesejahteraan manusia. Didalam pendekatan IPA dengan pendekatan STM, guru membantu murid-murid mempelajari sains dengan menggunakan isu-isu dalam masyarakat yang merupakan dampak sains dan teknologi sebagai piƱata pembelajaran IPA.
f.       Pendekatan Factual
Pendekatan ini menekankan penemuan fakta-fakta dalam IPA . contoh informasi yang didapatkan murid dengan pendekatan ini, misalnya ular termasuk golongan reptil, merkurius adalah planet yang terdekat dengan matahari. Metode yang digunakan dalam pendekatan ini adalah membaca, mengulang, melatih dan lain-lain.  Pada dasarnya pembelajaran IPA dengan pendekatan ini akan menimbulkan kebosanan pada diri murid-murid dan tidak memberikan gambaran yang benar tentang IPA.  

2.      Strategi dan Metode Pembelajaran IPA di SD
A.    Srategi Pembelajaran IPA di SD
Dalam dunia pendidikan, strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai pola umum atau perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain unt
uk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sebelum menentukan strategi pembelajaran, perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya. Namun kita perlu mengingat bahwa tidak seua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan.
                  Berikut ini beberapa strategi pembelajaaran ipa :
1.      Strategi Pembelajaran Langsung
Strategi ini adalah yang paling banyak digunakan oleh guru. Strategi ini efektif untuk menentukan informasi atau membangun keterampilan tahap demi tahap.
Kelebihan strategi ini adalah mudah untuk direncanakan dan digunakan oleh guru. Sedangkan kelemahannya adalah siswa dituntut memiliki sikap yang diperlukan untuk pemikiran kritis.

2.      Strategi Pembelajaran Tak Langsung
Strategi ini berlawanan dengan strategi pembelajaran langsung. Strategi pembelajaran tak langsung biasanya berpusat pada siswa. Pada strategi ini guru berperan sebagai fasilitator, yang mengelola lingkungan belajar dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam pembelajaran.
Kelebihan strategi ini adalah mendorong kreativitas dan pengembangan keterampilan interpersonal dan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa. Sedangkan kelemahannya adalah  memerlukan waktu yang panjang dalam penerapannya.
3.      Strategi Pembelajaran Interaktif
Strategi ini menekankan pada diskusi dan sharing diantara peserta didik. Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat saling berbagi pengalaman yang mereka miliki dalam mengerjakan suatu tugas.
Kelebihan strategi ini adalah siswa dapat belajar dari temannya dan gurunya dan belajar menghargai pendapat temannya. Sedangkan kekurangannya adalah bahwa pembelajaran sangat bergantung pada kecakapan guru dalam menyusun dan mengembangkan dinamika kelompok.
4.      Strategi Pembelajaran Empiric
Strategi ini berpusat pada siswa dan berbasis aktivitas.
Kelebihan strategi ini adalah  meningkatkan partisipasi siswa, meningkatkan sifat kritis siswa. Sedangkan kelemahannya adalah penekanan hanya pada proses bukan pada produk dan memerlukan waktu yang panjang.
5.      Strategi Pembelajaran Mandiri
Strategi ini bertujuan untuk membangun inisiatif individu, kemandirian, dan peningkatan diri. Stratgi ini kurang cocok sebenarnya untuk anak SD tapi tidak salah apabila digunakan.
Kelebihan strategi ini adalah membentuk peserta didik yang mandiri dan bertanggungjawab. Sedangkan kelemahannya adalah memerlukan pemikiran yang kritis dan pemikiran yang dewasa, sehingga sulit menggunakannya untuk anak usia SD.

B.     Metode Pembelajaran IPA di SD
Metode adalah cara yang digunakan oleh guru untuk mengaplikasikan strategi belajar yang sudah ditentukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Berikut ini adalah beberapa metode pembelajaran ipa di sd :
1.      Metode Diskusi
Metode diskusi adalah metode dimana guru membagi siswa dalam beberapa kelompok, kemudian memberikan suatu persoalan atau masalah untuk dipecahkan secara bersama-sama dengan teman satu kelompoknya.
Ciri-ciri metode ini adalah :
·         Siswa dibagi dalam beberapa kelompok
·         Ada permasalahan yang sedang dicarikan solusinya
·         Ada yang menjadi pemimpin
·         Ada proses tukar pendapat
·         Ada hasil diskusi.
2.      Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode mengajar yang digunakan guru dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian ataupun konsep-konsep IPA kepada siswa. Metode mengajar yang seperti ini sangat disukai oleh siswa karena adanya pergerakan pada proses belajar-mengajar.
3.      Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab adalah cara penyajian bahan ajar dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang memerlukan jawaban untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Kelebihan metode ini adalah :
·         Suasana belajar yang lebih aktif 
·         Siswa memperoleh kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami
·         Guru dapat mengetahui tingkat penguasaan peserta didik secara langsung
·         Dapat melatih siswa untuk mengemukakan pendapat secara lisan.
Kelemahan metode ini adalah :
·         Pertanyaan yang diberikan cenderung meminta jawaban yang bersifat hafalan
·         Guru sulit mengetahui secara pasti tentang siswa yang tidak mengajukan pertanyaan, apakah sudah menguasai atau belum.
4.       Metode Ceramah
Metode ceramah merupakan cara mengajar yang paling tradisional dan tidak asing lagi dan telah lama dijalankan dalam sejarah pendidikan. Cara ini kadang membosankan, maka dalam pelaksanaannya memerlukan keterampilan tertentu, agar penyajiannya tidak membosankan dan dapat menarik perhatian siswa.
Kelebihan metode ini adalah :
·         Merupakan metode yang murah dan mudah
·         Dapat menyajikan materi yang pelajaran yang luas
·         Dapat mengontrol keadaan kelas
·         Dapat diikuti jumlah siswa yang besar
·         Dapat menyelesaikan materi pelajaran dengan cepat.
Kelemahan metode ini adalah :
·         Materi yang dikuasai siswa akan terbatas pada apa yang dikuasai guru
·         Guru yang kurang memiliki kemampuan bertutur yang baik, maka siswa akan merasa bosan
·         Guru sulit mengetahui apakah seluruh siswa sudah mengerti tentang materi yang sudah dijelaskan oleh guru
·         Cenderung membuat siswa pasif.
5.      Metode Eskperimen
Metode pembelajaran eksperimen adalah cara pengelolaan pembelajaran dimana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri konsep IPA yang dipelajarinya.
6.      Metode Study Tour  
Metode ini adalah metode mengajar dengan mengajak peserta didik mengunjungi suatu objek guna memperluas pengetahuan dan selanjutnya peserta didik membuat laporan dan mendiskusikan serta membukukan hasil kunjungan dengan didampingi oleh pendidik.
7.      Metode Resitasi
Metode pembelajaran resitasi adalah metode pengajaran dengan mengharuskan siswa membuat resume dengan kalimat sendiri.
8.      Dan lain-lain.
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari penjelasan bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa pengertian daripada pendekatan, strategi, dan metode dalam proses belajar-mengajar adalah berbeda. Namun dalam penerapannya ketiga hal tersebut saling berkaitan, sehingga banyak orang menganggap bahwa itu adalah sama. Pendekatan pembelajaran itu sendiri dapat diartikan sebagai titik tolak (guru) terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran. Dan Strategi Pembelajaran adalah pola umum atau perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sedangkan metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh guru untuk mengaplikasikan strategi belajar yang sudah ditentukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Jadi jelaslah bahwa ketiganya memang berbeda.

B.     Saran
Sebagai calon seorang guru yang nantinya akan mengajar dalam kelas, kita harus memiliki wawasan yang luas, tentang bagaimana cara mengajar yang menarik bagi siswa dan tidak membosankan. Setelah membaca makalah ini, disarankan kita dapat menggunakan metode mengajar yang sesuai dengan situasi dan keadaan kelas, sehingga proses belajar-mengajar dapat berjalan dengan optimal

DAFTAR PUSTAKA

Amadi, Lif Khoiru dkk.2011.Strategi Pembelajaran.Jakarta:PT Prestasi Pustakaraya
Simamora, Roymond H. 2009.Buku Ajar Pendidikan Dalam Keperawatan.Jakarta:EGC
Iskandar, Srini M. 1996.Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam.Medan:DEPDIKBUD
Darmadjo, dan Jenry kaligis.1992.Pendidikan IPA II.Medan:DEPDIKBUD








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar